AKHIR PERJUANGAN 4 TAHUN
WISUDAH S1
akhirnya aku memegang gelar S1 juga,,, S.Sn ( Sarjana Seni)
Perjuangan 4 tahun yang penuh dengan lika liku akhirnya berbuahkan hasil yang manis.
tau gag pas hari wisuda itu bertepatan dengan hari ulang tahun ku loo
30 Agustus. Tak menyangka bahwa tanggal wisuda sama dengan tangal lahir. Hadiah yang begitu indah di umur yang ke 22 tahun. Yak, gelar S.Sn sudah mengekor di belakang nama panjang ku. Tapi sangat di sayangkan kebahagian itu terasa kurang lengkap, tanpa di lihat oleh orang tua sendiri kan?
ada suatu hambatan besar saat itu, kenapa sampai mama dan papa tidak bisa datang. sedih? iya. pasti.
aku ingat sekali pada momen wisuda, dan rektor univ. kristen Petra pak. Rolly menyambut kami seluruh wisudawan, wisudawati untuk berdiri dan berbalik ke belakang dan di perintahkan untuk mencari orang tua, setetah itu menunduk dan mengucapkan terima kasih. Aku tidak bisa bilang kepada mereka (mama papa) :( . karena mereka tidak ada di ruangan itu. mereka di gantikan oleh kedua sahabat sehidup dan semati aku. Gerard dan Rani. mereka melambai ke arahku seakan mengatakan kami disini untuk mu jangan sedih. (mungkin aku di sms sama gerard untuk mengatakan dimana posisi mereka duduk). disaat orang tua aku tidak ada, aku memiliki banyak teman yang sangat peduli dengan aku. aku bersyukur.
aku sadar bahwa dengan selesai masa perkuliahan, ini adalah jalan awall munuju kesewasaan, jalan keras dan lebih berliku sedang menanti. rintangan rintangan sedang menanti di setiap tikungan. oh kehidupan nyata mulai nampak di depan mata.
Semangat Anissa .
Perjuangan 4 tahun yang penuh dengan lika liku akhirnya berbuahkan hasil yang manis.
tau gag pas hari wisuda itu bertepatan dengan hari ulang tahun ku loo
30 Agustus. Tak menyangka bahwa tanggal wisuda sama dengan tangal lahir. Hadiah yang begitu indah di umur yang ke 22 tahun. Yak, gelar S.Sn sudah mengekor di belakang nama panjang ku. Tapi sangat di sayangkan kebahagian itu terasa kurang lengkap, tanpa di lihat oleh orang tua sendiri kan?
ada suatu hambatan besar saat itu, kenapa sampai mama dan papa tidak bisa datang. sedih? iya. pasti.
aku ingat sekali pada momen wisuda, dan rektor univ. kristen Petra pak. Rolly menyambut kami seluruh wisudawan, wisudawati untuk berdiri dan berbalik ke belakang dan di perintahkan untuk mencari orang tua, setetah itu menunduk dan mengucapkan terima kasih. Aku tidak bisa bilang kepada mereka (mama papa) :( . karena mereka tidak ada di ruangan itu. mereka di gantikan oleh kedua sahabat sehidup dan semati aku. Gerard dan Rani. mereka melambai ke arahku seakan mengatakan kami disini untuk mu jangan sedih. (mungkin aku di sms sama gerard untuk mengatakan dimana posisi mereka duduk). disaat orang tua aku tidak ada, aku memiliki banyak teman yang sangat peduli dengan aku. aku bersyukur.
aku sadar bahwa dengan selesai masa perkuliahan, ini adalah jalan awall munuju kesewasaan, jalan keras dan lebih berliku sedang menanti. rintangan rintangan sedang menanti di setiap tikungan. oh kehidupan nyata mulai nampak di depan mata.
Semangat Anissa .



Komentar
Posting Komentar